
Semakin hari, logika kapolri dianggap sangat ngawur dan sangat memojokkan umat islam. Nampak sekali dari kebijakannya yang dikeluarkan layanan seorang preman yang membenci umat islam, mereka berat sebelah dalam memutuskan perkara hukum.
Jika hukum ada yang membawa gerakan umat islam mereka sangat tendensius dan membesar-besarkan masalah yang kecil, yang lebih parahnya seharusnya itu bukan masalah justru dicari-cari kesalahannya.
Sementara disisi lain ia kebijakannya sangat timpang jika menyangkut urusan sang penista agama, mereka berupaya mati-matian cari pembenaran agar hal yang berkaitan dengan sipenista agama gak ada masalah dan bebas dari jeratan hukum.
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengakui adanya insiden di Menteng Pulo dan Petojo Utara pada pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta, Rabu (15/2/2017). Namun Iriawan meminta agar insiden tersebut tak dibesar-besarkan.
"Itu kan tidak terlalu besar, jangan terlalu dibesar-besarkan hal kecil saja, artinya kan hanya lingkup di sekitar kelurahan saja," ujar Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Rabu.
Iriawan tidak menjelaskan rinci insiden yang terjadi di Menteng Pulo. Dia hanya menyebut dua insiden tersebut hanyalah peristiwa kecil dari pemungutan suara secara keseluruhan yang aman dan tertib.
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI meyakinkan uang di dalam rekening yayasan adalah sumbangan dari umat. Uang hasil sumbangan dari para donatur bukan uang haram hasil kejahatan.
"Ini pakai logika saja ya, yang namanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu uang hasil kejahatan," kata kuasa hukum GNPF, Kapitra Ampera, di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (16/2).
TPPU, kata dia, adalah uang hasil kejahatan yang kemudian diinvestasikan ke suatu tempat untuk menyamarkan kejahatan itu. Karena itu menurut dia, jika penyidik menerapkan pasal tersebut maka silakan saja mencari siapa yang melakukan itu sehingga uangnya masuk ke dalam rekening yayasan.
Yang pasti kata dia, uang dalam rekening yayasan keadilan untuk bersama ini hasil donasi dari para donatur. Mereka yang dengan ikhlas menginfakkan sebagian hartanya untuk memberikan sumbangan bagi umat yang ikut melakukan aksi bela Islam 411 dan 212.
"Ini kan uang umat ya, ada 5.000 donasi di mana 5.000 donatur yang berinfak bela Islam, semua orang tahu itu bukan hasil dari kejahatan," terangnya.
0 Response to "Polri Anggap Kecurangan Pilkada Isu Kecil Gak Perlu Dibesarkan, Sementara Duit Shodaqoh Umat Dibilang Pencucian Uang Dianggap Seperti Duit Maling, Apa Nggak Ngawur Namanya!!!"
Posting Komentar